1. Pemahaman anda mengenai ekonomi, Bagaimana di sector perikanan?
JAWAB :
Ekonomi
managemen adalah yang mengelolah sumber daya agar tertata dengan sistematis, sesuai
bidang masing masing.
Ekonomi
akuntansi adalah yang mengatur system per-uangan di suatu usaha yang termasuk
dalam produksi, distribusi, dan konsumsi.
Ilmu
ekonomi adalah yang mengatur (manage) suatu ruang lingkup luas serta menghimpun untuk dijadikan sebagai pedoman
data (referensi) dalam pegelolaan kedepannya di bidang yang terfokus pada
pendanaan sperti menganalisis prospek kedepan siklus ekonomi.
Di masa
sekarang setiap sector usaha pasti membutuhkan Dana dan ada orang yang menjadi
pengelolanya agar tidak terjadi kehabisan dana (deficit)
Dalam
ruang lingkup luas yang mengatur dari bidang produksi rumah tangga, konsumsi
rumah tangga, pemasukan pemerintah, belanja pemerintah, imporan dari luar
negri, exporan dalam negeri adalah ekonomi dalam sebuah negara.
Dalam
contoh kecilnya saja Di lingkungan rumah tangga kita harus berbelanja dan
mengetahui harga pasaran, membeli makanan peralatan mandi, membeli sepeda motor
, meminjam uang di bank dan lain-lain.
Di sector
perikanan di Indonesia sangat memerlukan ilmu ekonomi untuk menunjang
keberlangsungan hidup para nelayan dan masyarakat, pemerintah lah yang mengatur
jalannya perekonomian, dengan membeli perlatan yang sepantasnya digunakan bagi
para nelayan, serta memberikan sampan atau boat yang layak.
Di Indonesia
lahan lautan lebih luas daripada daratan, biasa disebut dengan negara kepulauan
dengan beribu ribu pulau dan lahan pantai yang panjan dan bentang laut nan
luas, banyak pulaunya sekitar 17.500 pulau dan pantainya mencapai 104.000 km
dan 3.554 juta km2 (masa 2010). Di sini adalah fakta kekayaan laut kita
memiliki sebuah asset yang harus kita kelola agar tidak terbuang sia-sia,
apabila dikelola secara baik akan mampu meningkatkan pendapatan negara kita
menjadi lebih tinggi dalam jumalah kekayaan alam lautan kita yang begitu besar.
2.
Seberapa
penting ilmu ekonomi dibandingkan dengan
ilmu lain, yang anda pelajari dengan contoh contoh?
JAWABAN :
Ilmu
ekonomi memungkinkan kita untuk mengikuti perkembangan dunia yang sekarang
sedang tinggi ataupun merosot, maka dari itu penting bagi kita untuk mengetahui
masalah perekonomian di negara kita dan bisa berusaha meningkatkan kinerja dan
pengetahuan agar tidak terjadi stagnasi seperti masa orde lama dulu yang
keadaan perkeonomian benar-benar merosot.
Seberapa
pentingkah Ilmu ekonomi di banding ilmu lainnya? Pentingnya adalah karena di
dalam ilmu ekonomi terdapat unsur sosiologi, sejarah, antropogi dan geografi.
Unsur sosiologinya Contohnya ketika kita berjualan akan terjadi interaksi
antara penjualan dan pembeli yang terjadi di pasar sehingga terjadi penawaran
tingkat lanjut, Unsur sejarahnya dengan melihat keadaan ekonomi pada masa yang
dulu pernah terjadi kemorosotan (krisis moneter) harga rupiah turun drastis
perbangannya mencapai Rp18,000/US$ membuat negara kita terjatuh dan terjadi
pergolakan kekuasaan setelah terjadinya reformasi, dengan begitu membuat Negara
kita berjuang untuk tidak terjadi untuk sekian kalinya dengan belajar dari masa
lalu yang telah di alami. Unsur anthropologi terhadap ekonomi telah terjadi
sejak peradaban dimana orang memperebutkan kekuasaan, harta ramapasan perang
dan di jual dengan bayaran emas, dan pada zaman dahulu kebiasaan manusia
sebelum adanya patokan mata uang, orang membayar dengan barang yang
dimillikinya seperti barang yang dia punya, dan makanan untuk dibagikan dengan
kesesuaian usaha yang dilakukan manusia tersebut. Perbedaannya dengan zaman
sekarang adalah semuanya sudah di patokkan mulai dari harga barang dari yang
tidak berkualitas di jual dengan harga murah, dan yang berkualitas dengan harga
yang tinggi, dan system pembayaran juga sudah dibuat mata uang yang dibuat dari
pemerintah di Negaranya sesuai dengan standart dan kebijakan yang berlaku.
Unsur geografi juga mencakup dalam ekonomi seperti untuk membangun sebuah
proyek pembangunan sekolah perlu dilihat lahan sebarapa besar yang dibutuhkan
dan berapa biaya yang diperlukan untuk membangun dan bahan dari mana yang cocok
bagi pembangunan, dan berapa jumlah pekerja serta gajinya, dan kapan selesainya
harus sesuai dengan yang direncanakan, yang terpenting adalah sector lahan yang
sudah ada untuk dikelola jika tidak akan sia sia. Di sector kelautan juga harus
diperhitungkan lautan yang begitu luas dengan kekayaan alam serta makhluk hidup
yang kian berjuta akan dipastikan akan membuahkan keuntungan yang berlimpah
jika pandai mengatur roda perkonomian, serta pemanfaatan kedepannya perlu
diutamakan, seperti para nelayan yang mengambil sesuai batas ketentuan, dan
bisa mengawasi para pemasok asing dari sector geografis lautan.
Ilmu ekonomi
terapan termasuk produksi yang dilakukan oleh industri barang yang mentah
menjadi barang siap jadi dalam jumlah sedikit ataupun banyak, bidang distribusi
guna menyalurkan barang , perdagangan yang dilakukan wiraswasta kepada
masyarakat, dan konsumsi yang dilakukan
masyarakat.
Dibanding
ilmu yang lain ilmu ekonomi lebih mencakup secara keseluruhan karena tanpa ilmu
ekonomi , ilmu pendidikan tidak akan jalan, pemerintahan memerlukan ilmu
ekonomi, ilmu antrhopologi terdapat ilmu ekonomi di dalamnya, ilmu kelautaan
yang mencakup sumber daya, dan ilmu politik yang mengatur sebuah negara.
Contohnya kita membutuhkan uang untuk membeli barang, tidak mungkin kita
membayar dengan menggunakan nasehat
pasti memerlukukan uang, dan sebagai contoh lain politik suatu negara tidak
terlepas dari naik turunnya ekonomi untuk memutuskan tindakan selanjutnya bagi
bangsanya.
3. Jelaskan konstribusi ekonomi perikanan terhadap ekonomi nasional !
JAWABAN :
Pada
tahun 2017 telah didata oleh BPS (badan pusat statistic) Republik Indonesia.
Pada tahun 2010 harga konstan dan harga berlaku terjadi keseimbangan mencapai
Rp 12.406 Triliun di harga berlakunya. Sedangkan Nilai PDB pada tahun 2016
mencapai Rp 9.433 Triliun menurut harga berlakunya, Sementara untuk Harga
berlakunya terjadi peningkatan 2.21 (2012) menjadi 2,32 (2014), serta pada
tahun 2015 harga berlakunya 2,51 dan meningkat pada tahun 2016 harga
berlakumnya 2,56.
Dan
menurut harga Konstan dari tahun 2010-2016, meningkat perlahan-lahan dan ter
jadi kesamaan pada tahun 2015 ke 2016 dalam Konstribusi perikanan terhadap PDB
Nasional.
Kesimpulannya
PDB perikanan mengalami peningkatan sejalan dengan usaha pemerintah untuk
memperbaiki produksi perikanan, dan terhadap Budidaya perikanan. Agar supaya
pencapaian produksi nasional tetap terjaga perlu diperkuat penjagaan dan system
hukum dibidang ekosistem dan
perairan.
4. Bagaimana menurut anda prospek ekonomi perikanan ke depan
JAWABAN :
Menurut
saya prospek perikanan Indonesia sangat cemerlang karena mempunyai kakayaan
alam di bidang maritim. Dilihat dari geografis yang mempunyai lebih dari 13.000
pulau. Dan daratan sekitar 1/3, lautan 2/3. Dengan potensi alam yang begitu
banyak masih sedikit sekali tenaga kerja
yang mampu memanfaatkan sumber daya tersebut dengan modern secara maksimal
serta tidak menghabiskan secara sia sia. Dengan demikian banyak kesempatan
besar bagi para lulusan sarjan perikanan dan sarjana ilmu kelautan untuk
berkecimpung dalam pengelolaan sumber daya kelautan di Indonesia.
Menurut
seorang pengajar mahasiswa kejurusan kelautan
mengatakan “Kalian tersesat di jalan yang benar” makna kata ini adalah
alam kita yang kian luas adalah jalannya untuk dikembangkan dan menghasilkan
pendapatan yang besar bagi negara, dan kita sedang kebingungan dalam mengelola
sumber daya tersebut,
Sector
perairan masih menjadi yang paling utama untuk dijaga demi keberlangsungan
perairan Indonesia, dan sector ekonomi menjadi pemangku pemasukan negara, eko
wisata akan membantu untuk kedatangan wisatawan local maupun manca negara.di
setiap daerah memiliki sumber mata air
dari rawa, danau, sungai, laut.
Beberapa
potensi memerlukan generasi untuk memelihara dan meneruskan, beberapa potensi
ekonomi sumberdaya kelautan dan perikanan antara lain :
ü
Perikanan
budidaya
ü
Perikanan tangkap
ü
Industry
hasil perikanan
ü
Industri
bioteknologi kelautan
ü
Pertambangan
dan energy
ü
Pariwisata
bahari
ü
Kehutanan
mangrove
ü
Perhubungan
laut
ü
Industry
dan jasa maritime
ü
Sumberdaya
pulau pulau kecil
ü
Sumber
daya alam non konevensional
Semua potensi membutuhkan tenaga
kerja yang baik pada sector keamanan, ekonomi, wisata dan pengabdian negara.
Untuk memnuhi pengelolaan seluruh potensi perikanan kelautan, Indonesia
membutuhkan 40 juta tenaga kerja.Setiap tahunnya. Lulusan perikanan mengalami
peningkatan mereka yang mampu mempertahankan komitmennya dalam perikanan dialah
yang mau menyambut kesuksesan.
Beberapa macam lapangan kerja
lulusan sarjan perikanan :
ü
Dinas
kelautan dan perikanan
ü
PNS
ü
Kementrian
kemaritiman
ü
BUMN
ü
Entrepreneur
ü
Dosen
ü
Peniti
ü
Ahli
gizi ikan
ü
Pedagang
ü
Pegwai
bank
ü
Ahli
lingkungan
Terbukti prospek pekerjaan yang
ditawarkan sangalah banyak. Ada yang menganggap rendahnya prospek kerja perikanan
sehingga mereka menomorsekian kan perikanan.
Beruntunglah Indonesia yang telah
ditakdirkan menjadi negar dengan garis pantai terpanjang dan luasnya lautan.
Sehingga banyak dari kita yang memanfaatkan kekayaan tersebut.
5.
Permasalahan
apa yang dihadapi oleh kita menyangkut ekonomi perikanan?
JAWABAN :
Sumberdaya
ikan yang melimpah di laut Indonesia memang menarik perhatian Negara lain.
Sehingga Negara lain pun ingin mengambil kekayaan perikanan dan kelautan
Indonesia. Kapal-kapal asing yang masuk wilayah Indonesia dan mengambil ikan
secara illegal belum mampu diatasi oleh pemerintah. Hal ini membuat bangsa kita
dipandang rendah oleh bangsa lain. Kita dianggap lemah secara pengawasan dan
tindakan. Dan akan membuat rakyat kita hanya menjadi budak di rumah sendiri.
Potensi kekayaan alam laut tidak termanfaatkan secara optimal oleh rakyat kita.
Seharusnya kitalah yang menguasai ikan-ikan kita sendiri. Kitalah yang
seharusnya mengolah alam kita sendiri.
Permasalahan
kedua Kesejahteraan nelayan secara ekonomi dan social masih jauh dari harapan
nelayan. Penghasilan dari menangkap ikan belumlah cukup untuk mensejahterakan
keluarga. Penghasilan yang ia peroleh belum mampu untuk menyekolahkan anak-anak
mereka ke Perguruan Tinggi, belum mampu membiayai perawatan rumah sakit, belum
mampu memberi makan makanan yang bergizi, sehat dan bermutu untuk istri dan
anak-anak mereka, dan belum mampu meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.
Sehingga profesi sebagai nelayan masih diasumsikan sebagai profesi yang belum
memiliki prospek yang bagus. Hal ini tidak dapat dibiarkan begitu saja. Tanpa
nelayan penduduk perkotaan tidak akan bisa memakan ikan yang kaya dengan
protein. Nelayanlah yang berperan sebagai penyokong ketahanan pangan nasional.
permasalahan yang ketiga dan tak disadari
perannya ialah kesadaran masyarakat terhadap potensi perikanan dan kelautan
yang masih kecil. Masyarakat belum terlalu tertarik terhadap perikanan dan
kelautan Indonesia. Hal ini bisa dicontohkan seperti, konsumsi ikan yang belum
menempati peringkat teratas masyarakat Indonesia. Masyarakat belum menyadari
bahwa kandungan hasil laut memiliki gizi yang tinggi. Kita bisa mencontoh pada
Negara Jepang yang masyarakatnya sangat menyukai makanan laut. Sehingga Negara
Jepang bisa sangat maju. Contoh yang kedua ialah bisa terlihat dari minat
masyarakat untuk mempelajari ilmu perikanan dan kelautan yang belum menjadi
prioritas utama.
Permasalahan
yang keempat strategi pengolahan dan pemasaran hasil perikanan adalah:
ü
Lemahnya jaminan mutu dan keamanan
hasil perikanan (quality assurance dan food safety) Pihak pembeli dari negara
lain menuntut kepada Indonesia (para eksportir) agar produk yang dihasilkan
memenuhi ketentuan ketentuan sbb : penerapan HACCP, Bioterrorism Act, sanitasi
kekerangan, cemaran logam berat dan histamin pada tuna dan certificate eco
labelling selain health certificate. Hal ini disebabkan oleh lemahnya jaminan
dan keamanan hasil perikanan (quality
assurance dan food safety) di Indonesia.
assurance dan food safety) di Indonesia.
ü
Tingginya tingkat kehilangan
(losses) mencapai sekitar 27,8% Untuk mendapatkan hasil/produk yang bermutu
baik, maka sangat diperlukan bahan baku yang bermutu baik pula. Hal ini menjadi
tuntutan dan syarat mutlak bagi konsumen. Apabila hal ini tidak dipenuhi, maka
yang terjadi adalah banyaknya banyaknya terjadi tingkat kehilangan (losses).
Penyebab lain adalah rendahnya pengetahuan nelayan, pengolah, petugas TPI/PPI
mengenai cara penanganan dan pengolahan yang baik (Good Manufacturing
Practice/GMP).
ü
Kurangnya intensitas promosi dan
rendahnya partisipasi stakeholders Produk perikanan yang bernilai tambah (value
added products) dimasyarakat belum populer, hal ini disebabkan oleh masih
kurangnya intensitas promosi serta rendahnya partisipasi stakeholders
(khususnya produsen produk perikanan) dalam mengembangkan program promosi.
ü
Terbatasnya sarana penanganan ikan
Terbatasnya sarana penangan ikan di atas kapal, distribusi dan terbatasnya
sarana pabrik es dan air bersih.
ü
Kurangnya bahan baku industri
Kurangnya bahan baku industri pengolahan ini disebabkan oleh belum adanya
kerjasama antara industri penangkapan dan pengolahan sehingga perusahaan
penangkapan cenderung mengekspor ikan dalam bentuk ikan utuh (gelondongan).
ü
Bahan baku belum standar Sebanyak
85% produksi perikanan tangkap didominasi/dihasilkan oleh nelayan skala kecil
dan pada umumnya kurang memenuhi standar bahan baku industri pengolahan.
ü
Penggunaan Bahan Kimia Berbahaya Maraknya
bahan kimia berbahaya dalam penanganan dan pengolahan ikan, misalnya formalin,
borax, zat pewarna, CO, antiseptik, pestisida, antibiotik (chloramphenol, Nitro
Furans, OTC). Hal ini disebabkan oleh substitusi bahan pengganti tersebut
kurang tersedia dan peredaran bahan kimia berbahaya bebas, murah dan sangat
mudah diperoleh.
ü
Jenis ragam produk dan pengembangan
produk bernilai tambah belum berkembang (value added products) optimal dan
belum populer Meskipun kajian dan hasil penelitian pemanfaatannya sudah banyak
tersedia, namun produksi secara masal belum dapat direalisasi. Banyak kendala
yang menyebabkannya, salah satu diantaranya adalah ketersediaan sarana
prasarana , mahalnya peralatan, kurangnya teknologi serta masalah kontinuitas
suplai bahan baku.
ü
Rendahnya konsumsi ikan per kapita
Rendahnya konsumsi ikan per kapita disebabkan oleh belum meratanya distribusi,
suplai tidak kontinyu, masih banyak produk yang berkualitas kurang prima di
pasaran, kurangnya pengetahuan masyarakat akan manfaat makan ikan, masih adanya
budaya dan kondisi sosial masyarakat yang kurang kondusif terhadap peningkatan
konsumsi ikan serta belum meratanya program GEMARIKAN di seluruh daerah.
ü
Informasi teknologi terbatas
Terbatasnya informasi dan teknologi penanganan dan motivasi serta keinginan
untuk meningkatkan pengetahuan/ketrampilan masih rendah.
6. Bagaimana seharusnya sumber daya manage /perikanan dikelola agar memberikan nilai ekonomi yang tinggi?
JAWABAN :
1.
Meningkatkan
Konsumsi Ikan Yang Sehat dan Aman
Salah satu tujuan membangun sektor Perikanan untuk terciptanya ketahanan pangan di Indonesia adalah meningkatkan ketersediaan ikan yang sehat dan aman. Untuk mencapai hal tersebut, maka langkah relevan yang telah dan akan dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan adalah sebagai berikut :
Salah satu tujuan membangun sektor Perikanan untuk terciptanya ketahanan pangan di Indonesia adalah meningkatkan ketersediaan ikan yang sehat dan aman. Untuk mencapai hal tersebut, maka langkah relevan yang telah dan akan dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan adalah sebagai berikut :
a.
Meningkatkan
mutu dan keamanan produk perikanan.
b.
Meningkatkan
produktivitas pengolahan hasil perikanan yang ramah lingkungan.
c.
Meningkatkan
standar bidang pengolahan dan pemasaran hasil perikanan yang sesuai dengan
ketentuan Internasional.
d.
Meningkatkan
kualitas kompetensi lembaga sertifikasi produk perikanan.
e.
Memerkuat
jaringan dan kelembagaan pemasaran dalam negeri.
f.
Mendorong
peningkatan konsumsi ikan dalam negeri.
g.
Memperkuat
dan mengembangkan basis pasar produk perikanan Indonesia dan di luar negeri.
h.
Meningkatkan
kompetensi sumberdaya manusia di bidang pengolahan dan pemasaran hasil
perikanan.
2.
Pentingnya
Dukungan Teknologi Produk Perikanan
Memberi jaminan kepada konsumen terhadap produk yang aman dan sehat merupakan hal utama yang menjadi perhatian sektor perikanan dalam rangka menyiasati maraknya peredaran produk perikanan yang kurang berkualitas dan mengandung bahan kimia berbahaya, melalui cara-cara pengolahan yang higienis sesuai GMP (Good Manufacturing Practices), SSOP (Standard Sanitation Operating Procedure) serta menerapkan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) . Tidak saja untuk konsumen luar negeri, tetapi konsumen dalam negeri pun sudah mulai kritis dan menuntut penyediaan makanan yang aman dan sehat. Apapun cara yang di tempuh dalam penyediaan produk perikanan, yang menjadi tujuan ketahanan pangan produk perikanan adalah :
Memberi jaminan kepada konsumen terhadap produk yang aman dan sehat merupakan hal utama yang menjadi perhatian sektor perikanan dalam rangka menyiasati maraknya peredaran produk perikanan yang kurang berkualitas dan mengandung bahan kimia berbahaya, melalui cara-cara pengolahan yang higienis sesuai GMP (Good Manufacturing Practices), SSOP (Standard Sanitation Operating Procedure) serta menerapkan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) . Tidak saja untuk konsumen luar negeri, tetapi konsumen dalam negeri pun sudah mulai kritis dan menuntut penyediaan makanan yang aman dan sehat. Apapun cara yang di tempuh dalam penyediaan produk perikanan, yang menjadi tujuan ketahanan pangan produk perikanan adalah :
1.
Meningkatnya
konsumsi ikan.
2.
Tersedianya
produk yang aman, sehat dan kontinyu tersedianya.
Teknologi yang dibutuhkan dan perlu untuk dikembangkan adalah yang mampu mengatasi banyaknya permasalahan yang dihadapi sehingga tujuan ketersediaan pangan produk perikanan dapat terpenuhi, melalui teknologi yang murah dan aplikatif (mudah untuk diterapkan) dukungan teknologi produk perikanan menjadi sangat penting tidak hanya untuk memenuhi tuntutan pembeli/konsumen, namun juga diperlukan dalam rangka menangkap perubahan pola konsumsi masyarakat perkotaan yang lebih cenderung kepada makanan olahan yang instan, cepat dan praktis, tetap mengutamakan kandungan gizi, pemeliharaan kesehatan serta aman untuk dikonsumsi. Protein hewani yang berasal dari ikan (ikan dan berbagai jenisnya) menjadi jawabannya, selama ditangani dengan cara yang benar dan sesuai standar.
Teknologi yang dibutuhkan dan perlu untuk dikembangkan adalah yang mampu mengatasi banyaknya permasalahan yang dihadapi sehingga tujuan ketersediaan pangan produk perikanan dapat terpenuhi, melalui teknologi yang murah dan aplikatif (mudah untuk diterapkan) dukungan teknologi produk perikanan menjadi sangat penting tidak hanya untuk memenuhi tuntutan pembeli/konsumen, namun juga diperlukan dalam rangka menangkap perubahan pola konsumsi masyarakat perkotaan yang lebih cenderung kepada makanan olahan yang instan, cepat dan praktis, tetap mengutamakan kandungan gizi, pemeliharaan kesehatan serta aman untuk dikonsumsi. Protein hewani yang berasal dari ikan (ikan dan berbagai jenisnya) menjadi jawabannya, selama ditangani dengan cara yang benar dan sesuai standar.
3.
Peran
Strategi Teknologi Pengembangan Produk Perikanan:
Pertama, Meningkatkan nilai ekonomi produk olahan. Hal ini terutama untuk produk-produk yang tidak memiliki nilai ekonomis, apabila diolah maka berpengaruh kepada meningkatnya nilai ekonomis.
Kedua, Menumbuhkan inovasi teknologi modern. Karena dalam pengembangan produk terkait erat dengan rekayasa produksi sehingga diperlukan rekayasa peralatan dan sentuhan teknologi modern.
Ketiga, Meningkatkan apresiasi terhadap produk tradisional. Karena dalam pengembangan produk, tidak hanya produk yang melalui proses teknologi modern saja yang menjadi fokus perhatian, produk tradiosionalpun perlu memperoleh apresiasi, sehingga memiliki daya saing dengan produk olahan lainnya. Nilainya dapat ditingkatkan melalui berbagai cara antara lain kebersihannya/higienisnya, pengemasannya, proses pembuatannya, dan sebagainya.
Pertama, Meningkatkan nilai ekonomi produk olahan. Hal ini terutama untuk produk-produk yang tidak memiliki nilai ekonomis, apabila diolah maka berpengaruh kepada meningkatnya nilai ekonomis.
Kedua, Menumbuhkan inovasi teknologi modern. Karena dalam pengembangan produk terkait erat dengan rekayasa produksi sehingga diperlukan rekayasa peralatan dan sentuhan teknologi modern.
Ketiga, Meningkatkan apresiasi terhadap produk tradisional. Karena dalam pengembangan produk, tidak hanya produk yang melalui proses teknologi modern saja yang menjadi fokus perhatian, produk tradiosionalpun perlu memperoleh apresiasi, sehingga memiliki daya saing dengan produk olahan lainnya. Nilainya dapat ditingkatkan melalui berbagai cara antara lain kebersihannya/higienisnya, pengemasannya, proses pembuatannya, dan sebagainya.
Keempat, Membentuk SDM
berkualitas dan kompeten, karena dalam menciptakan pengembangan produk
diperlukan kreativitas seseorang dalam menciptakan produk-produk yang diminati
konsumen, sehingga secara tidak langsung dapat menciptakan SDM berkualitas dan
kompeten.
4.
Cold
Chain Sistem
Sistem
Rantai Dingin atau Cold Chain System (CCS) merupakan salah satu program yang
dapat mendorong akselerasi tercapainya produk perikanan prima. Karena prinsip
utama dalam penerapan sistem rantai dingin adalah penanganan ikan dengan suhu
dingin sekitar 0°C dilakukan secara terus menerus tidak terputus sejak ikan
ditangkap atau dipanen, didaratkan dan didistribusikan serta dipasarkan hingga
ke tangan konsumen. Apabila penerapan sistem rantai dingin secara benar
diterapkan dengan baik serta memperhatikan sanitasi dan hygiene maka ikan hasil
tangkapan atau ikan hasil panen dapat dipastikan memiliki mutu tinggi, aman
dikonsumsi serta memenuhi kriteria produk perikanan prima. Sistem rantai dingin
sudah dikembangkan sejak dulu walaupun sifatnya masih parsial dan belum
dilakukan secara sistematis dari hulu sampai hilir. Pada awalnya pengembangan
sistem rantai dingin dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Departemen
Pertanian pada tahun 1990-an dengan kegiatan pemberian bantuan cool box kepada
nelayan kecil dan bimbingan teknis tentang penanganan hasil perikanan dengan
menggunakan sarana cool box tersebut. Mengingat dari sisi pendanaan yang
relative kecil sehingga tingkat keberhasilan dari kegiatan tersebut belum dapat
dirasakan manfaatnya oleh para nelayan secara nasional.
5. Pengembangan Sentra
Sentra
merupakan kumpulan dari beberapa produsen produk sejenis yang berada pada
posisi yang sama dalam mata rantai nilai. Sentra merupakan pusat kegiatan UKM
di kawasan/lokasi tertentu yang menggunakan bahan baku/sarana yang sama, menghasilkan
produk yang sejenis serta memiliki prospek untuk dikembangkan menjadi klaster.
Sedangkan pengembangan sentra dilakukan karena beberapa alasan antara lain :
ü
Adanya
efisiensi kolektif (bahan baku, proses produksi dan pemasaran hasil)
ü
Mencapai
Skala Ekonomis
ü
Penanganan
limbah lebih terkendali
ü
Mudah
melakukan pembinaan dan monev (standar yang homogen)
ü
Adanya
akses terhadap inovasi
ü
Adanya
akses terhadap pengetahuan dan teknologi
ü
Mempermudah
internalisasi pengembangan UKM Pengolaha
Dengan
menumbuhkembangkan sentra-sentra pengolahan ikan di daerah, menumbuhkan
pusat-pusat pertumbuhan ekonomi berbasis usaha pengolahan ikan, mengembangkan
jaringan usaha mikro, kecil dan menengah dalam suatu kawasan kemudian
disinergikan dengan usaha pengembangan produk, serta selalu menerapkan sistem
rantai dingin maka diharapkan mampu mendorong terciptanya produk yang aman dan
sehat, ketersediaan produk menjadi kontinyu sehingga tingkat konsumsi
meningkat.
sumber buku :
- Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 2004. Sumberdaya Alam & Lingkungan Hidup Indonesia.
- Jakarta.
- Badan Pusat Statistik Provinsi Riau. 2009. Pendapatan Regional Riau Menurut Lapangan Usaha
- 2004-2008, PT. Geosys Intipiranti, Pekanbaru.
- Basri, Faisal. 2002. Perekonomian Indonesia Menyongsong Abad 21. Penerbit Erlangga, Jakarta.
- Gregory Mankiw. 2004. Makro Ekonomi. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
- Mahyudi, Ahmad. 2004. Ekonomi Pembangunan dan Analisis Data Empiris, Ghalia Indonesia, Bogor.
- Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau, 2009. Pekanbaru.
- Putong, Iskandar. 2003. Ekonomi Makro dan Mikro. Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta.
- Rahardja, Pratama. 2001. Teori ekonomi Makro. Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia,
- Jakarta.
- Rahim dan Diah Retno. 2007. Ekonomika Pertanian, Pengantar, Teori dan Kasus. Penebar Swadaya,
- Jakarta.
- Salim, Emil, 2000, Perencanaan Pembangunan dan Pemerataan Pendapatan, Yayasan Indayu,
- Jakarta.
- Soetrisno, Loekman. 2002. Paradikma Baru Pembangunan Pertanian, Sebuah Tinjauan Sosiologi.
- Penerbit Konisius, Jakarta.
- Sudanroko, Djoko dan Muliawan. 2009. Dasar-dasar Pengantar Ekonomi Pembangunan. PT.PP.Mardi
- Mulyo, Jakarta Selatan.
- Sukirno, Sadono, 2000, Pengantar Teori Makro Ekonomi, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
- Suparmoko, M. 2008. Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Suatu Pendekatan Teoritis.
- BPFE-YOGYAKARTA, Yogyakarta.
- Tambunan, Tulus, 2002, Perkembangan Industri Skala Kecil di Indonesia , PT. Mutiara Sumber
- Widya, Jakarta.
- Tarigan, Robinson, 2005, Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi, Bumi Aksara, Jakarta.
- Todaro, Michael & Smith. 2006. Pembangunan Ekonomi. Penerbit Erlangga, Jakarta.
sumber internet :
http://www.academicindonesia.com/prospek-kerja-jurusan-perikanan/#main